Seorang CEO dikabarkan ingin boy grup besutan agensinya mengalahkan boy grup YG Entertainment, Big Bang.
Hal ini diungkapkan oleh seorang reporter dalam program 'Brave Journalists'. Ia mengatakan bahwa boy grup yang dimaksud memiliki imej yang fresh, fandom besar dan popularitas yang layak. Namun, mereka masih belum bisa disebut sebagai superstar.
CEO dari agensi ini memilih Big Bang sebagai pesaingnya dan berusaha keras agar boy grupnya bisa mengalahkan Big Bang. Walau begitu ia tidak memberitahukan hal tersebut kepada anggota boy grup, dan hanya memberitahukannya kepada para pekerja di perusahaan.
Terdapat sebuah insiden dimana pada saat itu artikel Big Bang mendapat lebih dari 800 komentar. Sedangkan artikel mengenai boy grup dari agensinya, hanya mendapatkan paling tidak 10 komentar. Karena hal ini, ia meminta karyawan perusahaannya untuk mengomentari artikel boy grup mereka sebanyak-banyaknya, hingga melebihi komentar pada artikel Big Bang. Jika tidak, maka para pekerjanya tidak diperbolehkan pulang.
Walau empat karyawan yang ada di perusahaannya itu berusaha keras, komentar pada artikel Big Bang terus bertambah. Sehingga para karyawan ini harus menyerah, dan menghubungi bos mereka agar diperbolehkan pulang.
Masalah lainnya, bos agensi ini sangat mencintai boy grunya itu, hasilnya setiap anggota menjadi begitu manja. Dalam sebuah jumpa fans, seorang penggemar wanita memberikan hadiah kepada anggota boy grup tersebut. Namun saat memberikan hadiah itu, sang penggemar tak sengaja menyentuh tangan anggota.
Hal ini membuat si anggota boy grup marah dan membentak staf perusahaan dengan mengatakan, "Mengapa jumpa fans ini begitu lama? Bagaimana sih perusahaanmu?" di hadapan para penggemar.
Anggota boy grup ini membentak staf yang lebih tua 12 tahun darinya. Walau begitu, bos agensi tetap mendukungnya dengan mengatakan, "Mereka ingin menyentuhmu karena kau begitu tampan."
Namun kabarnya, walau CEO agensi ini begitu mencintai mereka, boy grup yang bersangkutan malah berencana untuk hengkang dari agensi. (www.kpopchart.net)

0 comments:
Post a Comment