Friday, October 23, 2015
Jonghyun SHINee mengkritisi kebijakan pemerintah Korea Selatan melalui akun twitternya.
Jonghyun SHINee menuliskan sebuah kritik kepada pemerintah Korea Selatan melalui akun twitternya. Ia menuangkan pendapatanya sebagai warga negara Korea Selatan, terhadap isu yang sedang berkembang saat ini.
Jonghyun mengatakan, "Menurunkan usia masuk sekolah untuk mempromosikan kelahiran.. Memproduksi buku teks sejarah pemerintahan.. Dengan kebijakan tersebut, aku kehilangan kepercayaan diriku untuk memiliki anak yang akan tumbuh menjadi dewasa dengan kesehatan tubuh dan pikiran. Aku tidak mengatakan aku tidak ingin punya anak. Aku mengatakan ini semakin menakutkan untuk memiliki anak dimasa yang akan datang."
Baru baru ini pemerintah di Korea Selatan membuat sebuah peraturan baru yang menuai sebuah kontroversi. Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa siswa akan diajarkan sejarah melalui buku teks mulai tahun 2017. Banyak yang mengrkritik kebijakan dari Presiden Park Geun Hye ini, mereka menilai siswa akan kembali kepada pendidikan pada masa negara otoriter yang lalu. Yang mana siswa akan diajarkan sejarah tentang ciri bangsa yang keras menuju demokrasi. Pemerintah Korea Selatan dinilai akan membuat malu, karena mengikuti sistem pendidikan yang mirip dengan Korea Utara.
Kemudian, pemerintah Korea Selatan juga tengah mempertimbangkan untuk menurunkan usia masuk sekolah dasar. Hal tersebut dinilai ampuh untuk membantu para pemuda mencari pekerjaan dan meningkatkan angka kelahiran. Pemerintah Korea Selatan ingin menurunkan usia masuk sekolah sehingga para pemuda akan mendapatkan pekerjaan lebih cepat, dan memungkinkan mereka untuk dapat menikah dan memiliki anak-anak lebih cepat juga.
Apakah kalian juga setuju dengan kritikan Jonghyun SHINee? (www.kpopchart.net)
Jonghyun SHINee Kritik Kebijakan Pemerintah Korea Selatan
Posted by
Unknown
at
11:57:00 PM
Jonghyun SHINee mengkritisi kebijakan pemerintah Korea Selatan melalui akun twitternya.
Jonghyun SHINee menuliskan sebuah kritik kepada pemerintah Korea Selatan melalui akun twitternya. Ia menuangkan pendapatanya sebagai warga negara Korea Selatan, terhadap isu yang sedang berkembang saat ini.
Jonghyun mengatakan, "Menurunkan usia masuk sekolah untuk mempromosikan kelahiran.. Memproduksi buku teks sejarah pemerintahan.. Dengan kebijakan tersebut, aku kehilangan kepercayaan diriku untuk memiliki anak yang akan tumbuh menjadi dewasa dengan kesehatan tubuh dan pikiran. Aku tidak mengatakan aku tidak ingin punya anak. Aku mengatakan ini semakin menakutkan untuk memiliki anak dimasa yang akan datang."
Baru baru ini pemerintah di Korea Selatan membuat sebuah peraturan baru yang menuai sebuah kontroversi. Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa siswa akan diajarkan sejarah melalui buku teks mulai tahun 2017. Banyak yang mengrkritik kebijakan dari Presiden Park Geun Hye ini, mereka menilai siswa akan kembali kepada pendidikan pada masa negara otoriter yang lalu. Yang mana siswa akan diajarkan sejarah tentang ciri bangsa yang keras menuju demokrasi. Pemerintah Korea Selatan dinilai akan membuat malu, karena mengikuti sistem pendidikan yang mirip dengan Korea Utara.
Kemudian, pemerintah Korea Selatan juga tengah mempertimbangkan untuk menurunkan usia masuk sekolah dasar. Hal tersebut dinilai ampuh untuk membantu para pemuda mencari pekerjaan dan meningkatkan angka kelahiran. Pemerintah Korea Selatan ingin menurunkan usia masuk sekolah sehingga para pemuda akan mendapatkan pekerjaan lebih cepat, dan memungkinkan mereka untuk dapat menikah dan memiliki anak-anak lebih cepat juga.
Apakah kalian juga setuju dengan kritikan Jonghyun SHINee? (www.kpopchart.net)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment